Villa dengan Desain Modern

Posted by

Sebuah vila yang diliput ini berada dikawasan Canggu dan berlokasi berdekatan dengan pantai. Suasana santai dan homey menjadi pendukung aktivitas berlibur disini. Vila yang bernama vila Mary ini merupakan vila pribadi yang juga dikelola untuk disewakan. Berada diatas lahan 1250 m2 dengan bangunan seluas 340m2. Vila Mary dibangun menjadi tiga lantai dengan satu lantai untuk balai dilantai tiga yang menghadap pemandangan lepas ke arah alam terbuka. Apabila dilihat dari depan, sosok bangunnan terlihat tampak sederhana. Pintu utama yang berhubungan dengan gerbang dpan diapit dua pohon rindang yang “menyembunyikan” sosok bangunan utama. Hal in pus memberikan kesan bangunan yang “bersahaja” dengan suasana yan sejuk.

 

ARSITEKTUR

  1. Benyaknya tampak unik dan berbeda dengan paduan struktur yang terlihat tegas dengan desain atap lengkung. Pola keramik pada kolam dibuat menyerupai pola batik dengan menggunakan kombinasi dua material batu.
  2. Tampak depan yang memperlihatkan oreintasi vila ke ruang dalam.
  3. Kesan yang berbeda dan unik hadir melalui unsur lengkung pada kanopi gerbang masuk.

 

Beralih ke ruang dalam, hubungan ruang yang berkesinambungan dengan alur ruang yang mengalir menunjukkan adalanya kesatuan yang diutamakan dalam pola desain ruangannya. Bangunan yang didesain dengan pola huruf L menghadap kearah taman dalam dan kearah kolam renang meiliki sirkulasi udara yang baik dan nyaman. Pada lantai satu pola ruangan dibuat “mengalir “dan pada lantai dua ruangan dibuat dalam pola linier. Selain itu ruang – ruang yang dibuat terbuka dengan bidang transparan membuat cahaya matahari dan sirkulasi udara asuk ke seluruh ruangan. Secara umum, hal tersebut merupakan aplikasi dari desain arsitektur bangunan tropis yang cocok diterapkan pada bangunan didaerah beriklim tropis. Keadaan iklim tropis Bali dengan temperatur udara yang cukup panas yaitu antara 24,0 derajat Celcius sampai 30,8 derajat Celcius merupakan latar belakang untuk aplikasi desain tersebut.

 

IDENTITAS ARSITEKTURAL

Komang Suardika Jeghier sebagai arsitek Vila Mary diberi kebebasan oleh pemilik vila untuk mengekspresikan idenya pada perancangan dan pembangunan vila ini. Pemilik vila hanya meminta agar vila ini dapat tampil unik dan berbeda sehingga dapat memberikan pengalaman menarik bagi pemilik vila ataupun para tamu. Adapaun keunikan yang ditampilkan Komang dalam Vila Mary terlihat pada desain arsitekturalnya, khususnya pada desain atap yang dibentuk menyerupai perahu terbalik. Sebenarnya bentuk ini terinspirasi dari bentuk punggung klipes  yang merupakan satu jenis binatang air yang dikenal di Bali.

Kemegaan arsitektural vila ditunjukkan dengan terdapatnya struktur kolom dari kayu bengkirai yang dibulatkan dan diberi joint stainless steel pada ujung atas dan bawahnya untuk menopang bangunan dua lantai. Arsitek juga menggunakan kayu tersebut sebagai bagian dari rangka ekspos pada bangunan gazebo terbuka di depan kolam renang dan balai duduk di lantai tiga. Seratnya dan warna kayu memberikan kesan bangunan yang kuat dan kokoh tetapi terasa “hangat”. Apabila melihat “permainan” bentuk pada bangunan ini, arsitek menerapkan bentuk – bentuk sederhana yang geometri. Terdapatnya pengulangan pola kotak dan garis tegas merupakan identitas lainnya yang juga ditonjolkan di vila ini. Penggunaan material alami yaitu batu dan kayu memberikan kesan yang melunakkan pada bentuk – bentuk yang cenderung “kaku” tersebut.

  1. Area makan yang tersambung dengan ruang menonton TV terasa segar berkat desain terbuka kearah taman dalam dan kearah kolam renang.
  2. Area makan terasa “hangat” dengan nuansa yang alami melalui konsistensi penggunaan material alami seperti marmer pada lantai, kayu tembesi pada meja makan dan penggunaan HPL bernuansa kayu pada kitchen set.
  3. Balai yang berada di lantai tiga ini dilengkapi dengan sofa rotan sintetik yang cocok sebagai furnitur outdoor.
  4. Panorama indah menghadap kearah laut dapat dinikmatu dari lantai dua vila ini.
  5. Vila Mary tampak “bersahaja” dengan komposisi bidang masif dengan elemen organik seperti material alami dan unsur hijau.

 

PENGOLAHAN DESAIN INTERIOR

Pengolahan desain interior yang berkaitan dengan pengolahan bentuk dan material mengacu pada desain tropis modern yang natural. Hal tersebut terlihat pada pengulangan bentuk kotak dan garis yang menggunakan material alami seperti terlihat pada fasad bangunan sampai masuk ke ruang dalam. Terdapatnya aplikasi batu andesit terlihat pada gerbang utama, pintu masuk dan dinding ruang menonton TV. Aplikasi material kayu juga didesain dengan pola pengulangan garis. Hal ini terlihat pada desain pintu masuk, terali jendela pada kamar dan koridor serta beberapa partisi seperti yang terdpaat pada area kamar mandi. Artsitek juga menerapkan pola pengulangan sebagai unsur dekorasi. Hal tersebut terlihat pada treatment dinding balok kayu yang disusun dinamis pada dinding ruang koridor dan dinding fasad bangunan.

Adapun acuan desain yang diterapkan pada furnitur yaitu kesinambungan terhadap pola bentuk dan penggunaan material. Secara umum, furnitur yang dipilih merupakan furnitur dengan bentuk simpel dengan mengutamakan kesan natural. Sebagian furnitur mengusahakan tampilan kayu dengan finishing natural agar terlihat lebih alami. Kehadiran kayu solid merabau untuk meja makan menambah kesan alami dan eksotiknya desain natural pada vila ini.

Secara keseluruhan Vila Mary didesain dengan mengutamakan kesinambungan desain dan kenyamanan arsitektural dan desain interior sehingga tampil serasi meskipun dengan pola dinamis. Pada akhirnya, Vila Mary dapat memberikan suguhan tempat beristrirahat yang nyaman dan menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *