BEREKSPERIMEN DENGAN STRUKTUR & RUANG

Posted by

 

KONSEP KEDIAMAN KELUARGA Arif dan Henny ini berawal dari keinginan mereka untuk tinggal di hunian bergaya minimalis pada kaveling yang berlokasi di Kemanggisan, Jakarta Barat. Hal ini diwujudkan oleh pemilik rumah berupa tampilan hunian yang clean, aplikasi material modern seperti kaca dan baja serta ruang dalam yang berkesan luas dan menyatu dengan ruang luar. Oleh karena itu pemilik rumah memberi kebebasan kepada arsitek Tan Bun Kheng dari BK Architects untuk mengembangkan desain pada kaveling seluas 375 m2. Kontur lahan yang semakin tinggi dari jalan depan ke arah belakang dan wujud hunian sekitar kompleks yang sudah lama serta cenderung menonton, merupakan tantangan bagi arsitek untuk menghadirkan unsur “kejutan’ pada desain hunian tersebut.

 

ARSITEKTUR

  1. Wujud massa bangunan diolah berupa komposisi kubus geometris yang lugas, diatur saling maju mundur secara dinamis dan dinaungi oleh atap model pelana sehingga memberi kesan seperti rumah panggung modern.
  2. Etrance dilantai satu diolah dengan mengaplikasikan tangga dan kanopi berupa deretan kolom dekoratif dan kaca sehingga memberikan kesan atraktif kepada tamu yang datang.
  3. ruang tamu dengan plafon tinggi ini dilengkapi dengan rak built in yang memiliki dua muka sehingga tampil unik.

 

Pada tahap awal, arsitek memanfaatkan perbedaan tinggi tanah di muka lahan menjadi ruangan untuk garasi, area sevis dan ruang serbaguna di lantai dasar. Selanjutnya, massa bangunan dengan formasi menyerupai huruf L ini diolah berupa komposisi kubus geometris yang lugas dan diatur saling maju – mundur secara dinamis serta dinaungi oleh atap model pelana. Entrance  di lantai satu diolah dengan tangga dan kanopi berupa deretan koloom dekoratif dan kaca sehingga memberi kesan atraktif kepada tamu yang datang. Dinding muka hunian didominasi oleh jendela kaca lebar dan sebagian dinaungi oleh bidang penyekat luar (secondary skin) dari batang aluminium untuk meredam teriknya cahaya matahari. Desain ini berhasil menciptakan “permainan” tiga dimensi sekaligus menghasilkan bayang-bayang yang unik dari cahaya matahari.

Pengolahan detail arsitektur berupa kosen jendela kaca juga menegaskan ciri rancangan hunian yang up to date, sesuai dengan keinginan pemilik rumah. Dominasi warna putih pada cat dinding hunian diberi aksentuasi berupa batu alam pelapis pagar dan lanskap di halaman muka agara tidak berkesan “dingin atau kaku”. Memasuki ruang dalam hunian, arsitek berupaya memaksimalkan kontinutas visual antarruang ataupun antar ruang dalam dan ruang luar agar hunian berkesan lapang. Caranya, ia merancang plafon lantai satu dan lantai dua setinggi 4 meter serta setiap ruang dilengkapi oleh jendela kaca lebar tanpa kosen dari lantai sampai plafon. Diatas area tangga, pantri dan ruang makan, dibut void menerus dan dilengkapi oleh selasar di lantai dua.

Kemudian arsitek juga bereksperimen denga struktur yang mengekspos tiang dan balok baja profil di dinding belakang hunian serta menerapkan bidang kaca lebar untuk berbagai elemen mulai dari pagar balkon, jendela sampai kanopi. Konsep desain ini berhasil memaksimalkan sirkulasi udara segar dan memaksimalkan masuknya cahaya alami ke dalam hunian serta menghemat konsumsi energi listrik. Arsitek juga memasang lift berukuran kecil di dekat meja pantri yang memudahkan pemilik rumah untuk mengantar makanan ataupun mengantar piring dan gelas kotor dari ruang makan di lantai satu ke dapur kotor di lantai dasar. Detail arsitektur lain adalah pagar balkon yang dirancang “menembus” jendela kaca dan menerus ke pagar tangga. Ada pula detail berupa lubang udaara pada dinding kaca dekat plafon yang disekat oleh kawat ram.

Untuk susunan ruang dalam, arsitek menempatkan foyer, ruang tamu dan kamar tidur tamu di lantai satu sedangkan transisi menuju ke bagian tengah hunaian diolah berupa tangga yang tediri dari beberapa anak tangga. Di tengah hunian, disusun ruang menonton TV yang menyatu dengan ruang makan dan pantri tanpa dinding penyekat masif serta dilengkapi oleh musala dan kamar mandi di pojok hunian. Area yang menjadi tempat berkumpul keluarga ini bersisian dengan teras, kolam renang dan taman belakang serta hanya disekat dengan dinding kaca lebar sehingga memberikan kesan indoor – outdoor yang segar. Di dekat tanggam terdapat kamar tidur tamu lainnya. Naik ke lantai dua, terdapat dua buak kamar tidur anak dan kamar tidur utama yang masing – masing dilengkapi oleh area belajar serta kamar mandi dalam.

Alur ruang (sequence) ditata efisien, terbuka dan “mengalir”, berorientasi ke arah taman dan kolam renang di halaman belakang serta dilengkapi oleh pintu kaca geser. Material yang dipakai adalah yang mudah dirawat seperti marmer untuk penutup lantai dan parket kayu untuk anak tangga dan untuk lantai kamar – kamar tidur. Atap beton di atas teras belakang juga dirancang dengan bentuk melengkung dan diolah menjadi balkon dengan taman sehingga menjadi tempat favorit untuk bersantai. Untuk mendukung desain arsitektur, interior hunian didesain oleh Imelda – Beyond bersama dengan pemilik rumah. Contohnya sofa model huruf L dan satu set kursi makan berlapis kulit bertema warna hitam putih dipadu dengan coffe table serta meja makan dari kaca.

  1. Eksperimen dengan struktur berupa tiang dan balok baja profil yang diekspos di dinding belakang hunian serta aplikasi bidang kaca lebar untuk berbagai elemen hunian mulai dari pagar balkon, jendela sampai kanopi.
  2. Interior hunian diisi oleh furnitur dan aksesori yang simpel elegan bertema warna hitam putih seperti terlihat pada sofa, rak dan partisi built in di ruang menonton TV.
  3. Alur ruang (sequence) ditata terbuaka dan berorientasi ke arah taman dan kolam renang di halaman belakang.
  4. Diatas area tangga, pantri dan ruang makan, dibuat void menerus dan dilengkapi oleh selaras di lantai dua. Alur ruangnya (squence) ditata secara efisien, terbuka dan “mengalir” sehingga berkesan lapang.
  5. Detail pagar balkon dirancang “menembus” dinding kaca lebar dan menerus ke pagar tangga sehinga menegaskan ciri rancangan hunian yang up to date.
  6. Area yang merupakan tempat keluarga berkumpul ini bersisian dengan teras, kolam renang dan taman belakang serta hanya disekat dengan dinding kaca lebar sehingga memberikan kesan indoor – outdoor yang segar.
  7. Sebagai aksen, beberapa bidang dinding di kamar tidur utama dilapisi dengan wallpaper bermotif unik dan berwarna merah sehingga menciptakan suasana Jendela kaca yang lebar memberi pemandangan ke arah skyline ibu kota.
  8. Desainer interior Imelda (kiri), arsitek Tan Bun Kheng dan pemilik rumah, Arif.

 

Furnitur built in seperti partisi dan kabinet berlapis HPL motif serat kayu di ruang menonton TV serta kabinet pantri berlapis duco warna hitam put ih turut melengkapi penataan desain interior. Sebagai aksen, desainer melapisi beberapa bidang dinding dengan wallpaper bermotif unik dan berwarna cerah terutama di kamar-kamar tidur yang diolah dengantema tertentu. Soft furnishing berupa gorden dan vitrage jendela, bedcover cantik serta foto-foto keluarga di dinding menambah nyaman hunian ini Tata cahaya (lighting ) juga menjadi perhatian arsitek dan desainer interior agar tercipta suasaba “hangat” dan efek “dramatis” terutama di malam hari seperti dengan memakai lampu jenis indirect lighting pada plafon gantung dan lampu meja dengan model mutakhir. Secara keseluruhan desain rumah tinggal ini Berhasil memberi kepuasandan kebanggaan baik oagi pemilik rumah, bagi arsitek maupun bagi desainer interiornya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *