Konsep Desain SANCTUARY BACKYARD

Posted by

Rumah meruakan salah satu tempat untuk berkontempiasi yang paling tepat, karena sangat dekat dengan dan aktifitas sehari-hari. Hal tersebut dapat diawali dengan mendesain rumah dan taman yang sesuai dengan kepribadian sang pemilik rumah serta didesain senyaman mungkjin bagaikan sebuah santuary house.

KONSEP ITULAH YANG TERTANGKAP oleh tim ketika meliput sebuah taman di rumah tinggal di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Sosok bangunan modeen tropis yang berdiri di atas lahan seluas 1080 m2 ini dirancang oleh arsitek Denny Gondo yang bekerja sama denga Ita Burhan untuk konsep luarnya. Kedua arsitek mewujudkan konsep sesuai dengan keinginan pemilik rumah untuk emiliki sebuah rumah yang tidak hanya mengutamakan keindahan dan kemegahan tetapi juga mengutamakan kenyamanan yang mencerminkan ekspresi pribadi sang pemilik rumah.

Panas terik matahari di wilayang yang sangat dekat dengan Pantai Utara Jakarta langsung ternetralisasi bagitu memasuki rumah dengan halaman yang terlihat asri tersebut. “kulit luar” wajah bangunan yang didominasi warna hitam – abu-abu pada fasad rumah semakin mereduksi efek dari cahaya matahari. Apalagi ditunjang dengan kehijauan pada sisi muka bangunan yang didesain transparan semakin terasa menyejukkan. Jajaran pohon prodoarpos elangetus  disisi muka yang mulai tumbuh tinggi dan rapat seolah-olah menjadi pagar yang membatasi privasi penghuni dan menghalangi pandangan yang terlalu terbuka ke arah dalam. Desain struktur “pagar” yang terudak-undak merupakan area tanam bagi tanaman yang berfungsi sebagai pagar dan “perlunak” dengan tanaman cendrawasih (Phyllanthus myrtifolius) yang tumbuhnya cascade,untuk menyejukkan struktur pagar. Komposisi tersebut seolah – olah memberikan kesan rumah terbuka yang bersahabat, sangat bebeda dengan konsep rumah- rumah disekitarnya. Daya tarik lainya terus berlanjut sampai menghantarkan tamu menuju ke ruang dalam melewati anak tangga dengan Padacarpus lahansung dan P. Elangetus disisi kiri dan sisi kanan tangga. Ruang berupa boks transparan yang menjorok  keluar merupakan foyer sebagai ruang transisi menuju ke ruang dalam. Sebuah benda seni (artwork) berupa topeng wajah manusia yang juga berfungsi sebagai kursi serta minaitur warna-warni yang disusun berjajar merupakan daya pikat dan pusat perhatian pada welcome area.

Taman dalam yang diapit oleh massa bangunan berbentuk huruf U merupakan “nyawa’ dari keseluruhan ruang-ruang dalamnya. Ruang kelaurga yang berada di sisi tengah menjadi ruang komunal sebagai area perantara yang menghubungkan ruang tidur utama dan ruang formal dining yang berada di kedua sayapnya. Dengan formasi ruang seperti ini maka hampir seluruh bidang yang menghadap ke arah backyard sengaha “dibuka” dengan menggunakan bidang kaca transparan yang dapat dibuka-tutup, sehingga tercipta interaksi maksimal dari kedua arah. Proses perubahan fenomena alam seperti proses perubahan cahaya alami pada saat fajar sampai saat senja merupakan sebuah pengalaman yang menyentuh hati.

Taman belakang didominasi dengan warna hijau sesuai dengan keinginan pemilik rumah yang sangat menyukai tanaman yang berwarna hijau. Komposisi tanaman tersebut diposisikan ke arah tepi untuk menyamarkan dan memperlunak diinding yang membayasai kaveling. Dengan demikian apabila kita berdiri menghadap kearah taman belakang akan terlihat hijau pada di tengah “ruang”pada taman belakang sebagai pelengkap ketika keluarga bersantai di ruang luar. Furnitur bergaya rustic tersebut tampak unik yaitu berupa bonggol kayu utuh memanjang dan tebal dengan tepian yang dibiarkan natural. Meja panjang dipadukan dengan kursi dari balok sejenis yang utuh memanjang serta sebuah kursi bersandaran yang bentuknya panjangdari bahan rotan sintesis. Furnitur yang berukuran besar tersebut berasa pada skala ukuran yang sesuai dengan skala ruang. Sebagai pelengkap sebuah pohon ketapang kencana (Terminalia montali) yang tajuknya sudah melebar dan menduhi sekitar kursi hadir untuk memberikan kenyamanan ketika beraktivitas diruang luar.

Pohon – pohon yang strukturnya tinggi seperti Schizolobium parahyba, damar(Agathis dammara), kamboja (Plumeria obtuse) dan pule(Astonia scholaris) merupakan penyeimbang terhadap skala bangunan yang tinggi. Diantara komposisi tanaman yang tinggi tersebut ditempatkan beragam semak-semak yang semuanya berdaun hijau. Di antara pohon- pohon tersebut dibuat konsep sungai buatan berupa batu-batu kali beragam ukuran yang disusun secara acak dengan air yang seolah-olah dialirkan sehingga mengimajinasikan aliran anak sungai diantara “hutan” pepohonan. Pada saat senja, pencahayaan dan penambahan nozzle bersemburat halus seperti embun, menampilkan efek “dramatis’ yang belum pernah dijumpai ditempat lain. Bahkan pemilik rumah yang merancang sistem hujan buatan, dengan membuat instalasi plumbing disekitar taman, yang dapat menyemburkan air bagaikan semburan hujan. Imajinasi untuk dapat menciptakan sebuah santuary room yang berada di taman belakang.

  1. Fasad bangunan modern tropis yang terlihat megah dan eksclusif melalui efek pencahayaan
  2. Tangga berjenjgang pada welcome area. Boks kaca seolah-olah menjadi “etalase” yang mewakili kareakter dan ekspresi rumah.
  3. Tanaman merambat dengan akarnya yang menjulur menjdi tirai
  4. Taman menjadi pagar hidup komposisi Podocarpus dan cendrawasih berjajar menutup bidang transparan. Percabangan pohon yang telah mati dan kandang burung menjadi aksentuasi
  5. “hijau” di backyard merupakan “oase” dari ruang dalam
  6. Setiap sudut didesain cantik begitu pun di kelukan area servis menjadi taman kolam mmas koki rancha
  7. Efek “dramatis” menjadi added value dari taman itu ketika senja tiba nozzleyang disembunykan diantara tanaman menyembunyikan air secara halus seperti embun pagi.
  8. Furnitur kayu merupakan elemen art pada taman.
  9. Jajaran Podocarpus menyamarkan dinding belakang
  10. Vertical garden dengan tanaman Nephrolepis yang ditanam dengan sistem pipa, menghijaukan sudut di seputar area joquzi
  11. Ketapang kencana (Terminalia montali) yang percabangannya horizontal ditegaskan melalui uplight
  12. Lekuk pohon kamboja menjadi elemen taman yang artistik
  13. Sudut rileks diteras kamar tidur utama merupakan sudut favorit keluarga
  14. Aliran sungai dari batu kali terlihat alami dan menyatu di sudut taman .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *