EKSOTISME KONSEP RESTO & GALLERY

Posted by

Berwisata kuliner di Bali, tidak sekadar mencari makanan yang nikmat, tetapi kebanyakan dari pengunjung juga mencari sebuah “sensasi” dan pengalaman yang menarik dari tempat makan tersebut.

BALI  sebagai daerah sebutan surga dunia menyajikan berbagai cara untuk menikmati hidup. Salah satunya adalah dengan kehadiran berbagai jenis tempat bersantap yang dapat memanjakan lidah melalui beragam pilihan menu. Terlebih lagi dewasa ini aktivitas bersantap merupakan bagian dari pleasure  dan  entertaining. Pemilik restoran semakin berusaha menyediakan tempatnya senyaman dan semenarik mungkin untuk membuat pengunjungnya merasa senang dalam menikmati sajian makanan di restoran tersebut. Demikian halnya yang terjadi di daerah Seminyak, Bali tempat-tempat makannya semakin berkembang. Di daerah ini banyak restoran yang menerapkan konsep tempat makan dengan karakteristik yang elegan dan bergaya high class tetapi bersuasana santai.

salah satu restoran yang terkenal di kawasan Seminyak adalah Metis Restaurant and Gallery. Restoran ini merupakan sebuah pengembangan dari kafe warisan yang sebelumnya sudah berdiri selama 12 tahun. Restoran dengan konsep fine dining ini menyajikan makanan internasional yang khusus diracik oleh chef  asal Prancis yang berpengalaman. Selain menyediakan menu spesial dari chef andal ini, Metis juga menampilkan koleksi objek seni tradisional dan seni Asia yang dihadirkan dalam sebuah ruangan galeri. Selain itu terdapat pula butik yang dapat memenuhi hasrat berbelanja konsumen atau sekadar dapat membeli buah tangan sambil menunggu pesanan makanan datang. Bahkan hanya untuk sekedar melihat-lihat produk fashion atau benda seni (artwork) lokal yang berkualitas punt dapat menjadi kenangan yang tak terlupakan di restoran ini.

Berlokasi di kawasan yang tenang Metis merupakan tempat yang cocok sebagai tempat bersantai dan “melarikan diri” dari rutinitas sehari-hari. Metis mempunyai desain interior yang indah hasil dari paduan desain lokal antik dengan sentuhan gaya internasional. Shinta Siregar dan Ida Gusti Bagus Merthadi dari Nexus Design Architect diberikan kepercayaan oleh pemilik restoran untuk menyelesaikan pekerjaan desain interior ini. Identitas lokal dihadirkan pada gaya furnitur etnik dan “ permainan’ motif tradisional yang sebagian besar diterapkan di dinding. Di samping itu material lokal juga diterapkan pada menu makanan ala Prancis dan pada gaya tablesetting. Bangunan ini dibangin dengan konsep yang menawan melalui “permainan’ kayu yang memberikan kesan humble sedangkan efek cahaya yang teduh dan temaran mulai tampak dari fasad bangunannya.

Bangunan Metis terdiri dari dua lantai utama seluas 1877 m2. Area bangunan dibagi menjadu area galeri, area butik dan area makan pada lantai satu dan function room di lantai dua. Area makan pun dipisahkan menjadi empat kategori area yaitu area ruang makan utama, area bar, cellar dining room dan area makan outdoor. Pada bangunan ini, area galeri sengaja ditempatkan pada wilayah depan, sehingga menjadi ruang “pengantar” sebelum beralih ke area makan utama. Hal ini jufa dimaksudkan utnuk memberikan privasi para tamu pada ruang makan. Area galeri yang dibatasi dengan bidang transparan yang kemudian direfleksikan oleh kolam air di depannya juga menjadi satu cara untuk menarik kehadiran pengunjung. Selain itu sosok bangunan yang “ramah” dan tampak “hening” pun merupakan daya tarik tersendiri. Untuk memasuki bangunan Metis, pengunjung diantarkan melalui sebuah prosesi masuk yang cukup panjang. Bangunnan yang didesain dengan taman luas di depan dan di area perjalanan yang cukup panjang menuju pintu utama dimaksudkan untuk menjaga kenetanngan dan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pengunjung.

Beranjak ke ruang makan, pengunnjung yang datang dapat merasakan suasana yang “ramah” dan santai melalui konsep ruang makan yang didesain dengan mengusung konsep teras rumah. Desain terbuka menghadap ke arah  sawah dan kearah taman lotus serta waterlily memberikan suasana bersantap yang santai. Apabila pengunjung datang disore hari, suguhan pemandangan matahari tenggelam dapat dinikmati di sini. Suasana romantis pun dapat terasa denga adanya paduan komposisi desain tata lampu yang sengaja di desain tearam. Meskipun dengan konsep yang santai , Metis tetap hadir secara elegan melalui penataan meja dan kursi rotan anyam yang simetris dan tertata rapi lengkap dengan table setting-nya. Deretan meja disusun diagonal pada area tengah yang memungkinkan setiap pengunjung dapat bersantap sanmbil tetap menikmati pemandangan di depannya.

Metis yang dalam bahasa Prancis berarti “komposisi campuran” sangat cocok dipakai untuk temmpat ini. Metis merupakan cerminan dari sebuah tempat yang memadukan antara warisan tradisi lokal dan gaya internasional yang  cenderung modern yang mempertunjukkan keahlian chef andal dalam membuat sajian spesial. Komposisi arsitektural dan desain interior hadir melalui desain eklektik dengan sentuhan etnik yang seimbang dan tampak alami.

 

  1. Jalur pejalan kaki di desain dengan komposisi pintu utama dengan suasana balok kayu dan tata cahaya yang indah sehingga tampak “dramatis”
  2. Area depan dengan taman hijau luas sengaja didesain untuk memberikan pangalama prosesi masuk yang cukup panjang. Area ini dibatasi dengan dinding dari batu kali lombok setinggi 4 meter yang memisahkan antara jalur masuk dan are parkir
  3. Area galeri diisi dengan produk etnik antik berupa furnitur dan artwalk yang tersusun rapi.
  4. Komposisi unsur etnik pada ruang transisi terlihat pada pembatas dinding dengan motif kawung dan elemen furnitur berupa kursi tradisional Jawa.
  5. Sebuah ruang butik yang menjual perhiasan didesain dena komposisi modern pada desain rak dan lemari display dengan sentuhan klasik pada ubin lawas.
  6. Suasana privat dapat diperoleh pada cellar dining room. Ruangan ini didesain dengan mengadopsi sebuah ruang bawah tanah dengan plafon kubah yang rendah. Keramik yang didesain bernuansa rustic memenuhi satu dinding yang diapit oleh rak anggur.
  7. Ruang makan utama dengan pola huruf U dengan orientasi ke arah taman rumput hijau. Lampu kuning yang termaram memberikan suasana yang akrab dan romantis.
  8. Desain modern pada penataan meja tetap dibalut dengan desain interior yang natural dan bernuansa tradisional seperti terdapatnya aplikasi material balok kayu pada dinding dan gedek pada plafon (ceiling)
  9. Penataan table setting yang mengdopsi gaya internasional terlihat pada suasana meja makan yang rapi.
  10. Metis juga memiliki area bar yang didesain dengan meja bar ppanjang dengan dinding kaca berwarna kuning kehijauan sebagai aksen yang diambil dari warna daun pisang .
  11. Kursi ringan berbentuk kacang didesain khusus dilengkapi dengan lampu tradisional berbetnuk keranjang bambu pada ruang makan outdoor menghasilkan kesan sebuah desain tradisional yang elegan.
  12. Massa bangunan dengan orientasi ke arah taman lotus dan waterlily yang memberikan suasana tenang dengan pemandangan yang cantik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *